Fakta Kisruh SM Entertainment hingga Lee Soo-man Jual Saham ke HYBE

Fakta Kisruh SM Entertainment hingga Lee Soo-man Jual Saham ke HYBE

Dalam sebagian hari terakhir, dunia industri hiburan Korea Selatan dikejutkan dengan sejumlah pengumuman yang dibikin SM Entertainment serta pendirinya Lee Soo-man.
Terbaru, Lee So-man resmi sbobet indonesia menjajakan 14,8 prosen sahamnya kepada HYBE, induk agensi Big Hit. Dengan perjanjian tersebut, HYBE resmi jadi pemilik saham terbesar SM Entertainment.

Ia menyalip Kakao yang sebagian hari di awalnya dikonfirmasi menjalin kemitraan dengan agensi itu dengan mempunyai 9,05 prosen saham SM Entertainment.

Konfirmasi kemitraan dengan Kakao diumumkan co-CEO Lee Sung-soo atau Chris Lee dan Tak Young-jun sebagian bulan sesudah kontrak SM Entertainment dengan Like Planning, perusahaan produksi milik Lee Soo-man berakhir terhadap akhir 2022.

Berikut 5 fakta masalah SM Entertainment dan Lee Soo-man sampai HYBE jadi pemegang saham terbesar agensi itu.

  1. Posisi Lee Soo-man
    Lee Soo-man merupakan pendiri SM Entertainment. Awalnya, ia juga masuk board of directors. Namun, ia keluar terhadap 2010. Sejak sementara itu, Soo-man aktif sebagai chief producers lewat perusahaan Like Planning.

Hingga September 2022, SM Entertainment merilis pernyataan kans penghentian kontrak dengan Like Planning, perusahaan Lee Soo-man yang sepanjang ini terlibat dalam sistem produksi.

Pada 14 Oktober 2022, SM Entertainment menginformasikan akan menghentikan kontrak produksi dengan Like Planning, perusahaan Lee Soo-man, per 31 Desember.

Masalah pun berlanjut terhadap Februari 2023, Co-CEO SM Lee Sung-soo dan Tak Young-jun terhadap Jumat (3/2) menginformasikan perusahaan telah mengakhiri kontrak dengan produser Lee Soo-man dan menyusun cetak biru bab baru SM di bawah “SM 3.0.”

Keputusan itu pun membuat Lee Soo-man cuma jadi pemegang saham terbesar SM Entertainment sebelum dijual ke HYBE.

  1. SM Entertainment kerja serupa dengan Kakao
    Beberapa bulan sesudah menginformasikan perihal itu, SM Entertainment mengonfirmasikan menjalin kemitraan dengan Kakao yang kini mempunyai 9,05 prosen saham SM. Angka itu lebih berasal dari 217 miliar won atau lebih kurang Rp2,6 triliun (1 won=Rp11,99).

Seperti diinformasikan Korea Herald terhadap Rabu (8/2), kemitraan tersebut merupakan kesepakatan trilateral antara SM Entertainment dengan Kakao dan anak perusahaannya, Kakao Entertainment, untuk memperluas jangkauan konten di luar negeri.

“Melalui investasi dan kerja serupa ini, kami meminta dua perusahaan sanggup saling mendukung dalam menghadapi kompetisi sengit musik global dan konten serta menargetkan konten Korea yang masuk arus global,” kata CEO Kakao Community Investment Bae Jae-hyun.

Co-CEO SM Chris Lee dan Tak Young-jun juga menginformasikan konsep SM 3.0 lewat mendirikan lima pusat produksi yang tidak sama dan label musik independen untuk mendiversifikasi produksi.

Sehingga, sistem tersebut terlalu tidak sama berasal dari sistem yang dibangun Lee Soo-man selaku penanggung jawab seluruh sistem produksi musik.