Saham Sektor Teknologi Bangkit, Kenapa?

HINGGA penutupan pasar modal, Rabu (6/3), saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Bukalapak.com Tbk (BUKA) masing-masing melonjak +17,46% di level harga Rp74 per saham dan +7,89% di level harga Rp164 per saham.
Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat bahwa kenaikan hari ini, khususnya, GOTO mungkin disebabkan oleh antisipasi rebound tehnis pascapenurunan harga besar-besaran sejak konferensi jarak jauh baru-baru ini terhadap 28 Februari 2024 untuk GOTO. “Kami berpendapat slot spaceman bahwa kenaikan harga secara tiba-tiba hari ini ialah respons normal dan hanya rebound tehnis belaka,” kata analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christopher Rusli, Rabu (6/3).Secara operasional, GoTo berada didalam posisi yang baik gara-gara manajemen mengindikasikan EBITDA yang sesuai secara positif untuk kuartal IV 2023 dan melampaui arahan EBITDA yang sesuai terhadap setahun penuh 2023. “Ini tandanya baik gara-gara mereka bisa mencapai obyek sebelum saat TikTok mengakuisisi Tokopedia,” kata Christopher.

Di sisi lain, emiten BUKA tidak mempunyai berita penting yang berdampak positif atau negatif terhadap harga sahamnya. Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat melonjaknya saham BUKA hanya rebound teknis.Kapitalisasi pasar BUKA saat ini sebesar Rp16,9 triliun. Ini lebih rendah berasal dari cadangan kasnya sebesar Rp19,7 triliun terhadap September 2023, tidak termasuk usaha mereka saat ini.

Secara keseluruhan, meski terjadi kenaikan harga saham yang signifikan, menurut kita hal ini bukan merupakan perubahan besar bagi sektor teknologi. Namun ini hanya respons yang diinginkan setelah terjadi penurunan harga yang penting selama beberapa hari terakhir,” kata Christopher.Lead Investment Analyst Stockbit Edi Chandren berpendapat setelah mengalami penurunan harga saham sekitar -30% didalam 2 bulan terakhir, kapitalisasi pasar BUKA udah turun ke level paling rendah semenjak IPO.
“18,3% lebih rendah dibandingkan posisi kas bersih (net cash) perusahaan per September 2013 yakni sebesar Rp19,17 triliun. Dari segi flow, indikator Bandar Detector tunjukkan bahwa BUKA diakumulasi didalam jumlah besar sejak awal Oktober 2023 hingga 5 Februari 2024,” kata Edi.Pengamat pasar modal Hasan Zein Mahmud menangkap ada reorientasi pengelolaan usaha terhadap GOTO. Manajemen menjadi mengupayakan sungguh-sungguh menciptakan laba. Pengurangan kesibukan bakar duwit dan usaha penghematan di beberapa lini cukup tunjukkan reorientasi itu. (Z-2)